Rabu, 25 Januari 2017

Mengenal Nama Virus Penyakit Polio dan Pencegahannya

Polio adalah merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh Picorna Virus, yakni suatu mikro organisme berukuran kecil dan bisa melumpuhkan penderitanya. Penyakit polio atau yang dikenal dengan nama poliomyelitis termasuk penyakit virus yang paling tua umurnya. Saking tuanya, penderita penyakit polio ini telah terukir pada relief peninggalan zaman Mesir Kuno yang dipahat sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Relief tersebut memuat informasi tentang seorang raja yang memiliki kaki kecil sebelah. Para arkeolog dan kalangan medis pun menduga bahwa sang raja telah menderita penyakit polio.

Picorna Virus (virus polio) mampu bertahan hidup dan berkembag biak dalam tubuh manusia selama bertahun-tahun.

Picorna Virus diketahui hanya mampu bertahan hidup dan berkembag biak dalam tubuh manusia. Di luar tubuh manusia, Picorna Virus hanya mampu bertahan hidup sebentar saja. Metode penularan penyakit polio umumnya disebarkan melalui kontak dengan manusia (penderita). Pada banyak kejadian, virus ini ditularkan melalui makanan dan minuman (rute orofecal) dan atau melalui percikan ludah. Proses penyebaran Picorna Virus akan berkembang biak di tenggorokan, usus, kemudian menyebar ke kelenjar getah bening, masuk ke dalam darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Sasaran utama dari Picorna Virus adalah sistem saraf (ke otak), sumsum tulang belakang dan simpul-simpul saraf.

Di dalam sistem saraf virus polio menyerang dan merusak simpul-simpul saraf sehingga menyebabkan organ yang diserang menjadi tidak berfungsi. Organ umum yang diserang umumnya adalah saraf penggerak otot kaki, serta kadang juga pada bagian tangan. Akibat yang ditimbulkan adalah menyebabkan terjadinya kelumpuhan disertai dengan mengecilnya kaki, sehingga ketika penderita berjalan kelihatan jalannya tidak sempurna. Picorna Virus yang menyerang bagian otak akan mengakibatkan penderita mengalami susah menelan pada saat makan, mengalami kesulitan untuk bernapas, dan akhirnya menimbulkan kematian.

Reaksi pertama penderita yang terinfeksi Picorna Virus biasanya bersifat infeksi asimptomatik, dimana tidak menunjukkan gejala sakit apa pun. Diperkirakan prosentase dari penderita yang terinfeksi virus polio dan tidak menimbulkan gejala serius adalah sekitar 4 sampai 8 persen. Infeksi ini hanya menimbulkan abortive poliomyelitis (penyakit minor) berupa demam, lemah badan, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sembelit dan sakit tenggorokan. Penderita biasanya akan sembuh dalam beberapa hari.

Tetapi jika Picorna Virus telah menginfeksi sel syaraf otak (sasaran utamanya), maka terjadilah poliomyelitis nonparalitik dan poliomyelitis paralitik. Poliomyelitis nonparalitik menunjukkan bahwa virus polio telah mencapai selaput otak (meningitis aseptik). Ciri penderita yang mengalami poliomyelitis nonparalitik ditandai dengan kejang otot, sakit punggung dan leher. Sedangkan pada poliomyelitis paralitik biasanya terjadi sebagai perkembangan lebih lanjut gejala ringan sebelumnya, serta dapat juga terjadi tanpa melalui tahap gejala ringan tersebut. Reaksi yang ditimbulkan poliomyelitis paralitik adalah terjadinya kerusakan tulang punggung (bulbar) dan lumpuh lemas (flacid paralisis). Inilah puncak serangan virus polio yang paling ditakuti manusia karena bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan neuron motor bawah.

Penyakit polio banyak berjangkit di daerah dingin, sebaliknya kalau di daerah tropis penyebarannya lebih berkurang. Kekebalan tubuh pada bayi dan anak balita yang masih lemah menjadikan virus polio menyerangnya dibandingkan dengan orang dewasa. Begitu pun pada orang dewasa, virus polio lebih banyak menyerang pria dibandingkan dengan wanita. Dalam tubuh manusia Picorna Virus (virus polio) mampu bertahan hidup selama bertahun-tahun. Namun dalam tubuh hewan, virus polio tidak dapat hidup. Di alam bebas, Picarno Virus disebut dengan Wild Virus (virus liar), dimana hanya mampu bertahan hidup selama dua hari dikarenakan tidak tahan terhadap panas, cahaya, dan kekeringan. Memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan dalam rumah sebaiknya diperhatikan agar bisa mencegah penyebaran virus polio.

Seluruh wilayah Indonesia sebenarnya sudah dinyatakan bebas polio sejak 1995, seharusnya memang kita tidak perlu lagi mengkhawatirkan penyakit ini. Akan tetapi, penyakit yang melumpuhkan ini memiliki kemampuan untuk berpindah tempat tanpa mengenal batas negara. Justru masih ada negara lain yang menjadi endemik polio tersebut, sehingga masih ada kemungkinan virus polio menyebar lagi ke wilayah Indonesia. Hal serupa pernah terjadi di sebuah wilayah pedesaan di kawasan Cina, dimana seorang anak menderita lumpuh karena virus polio yang berasal dari India. Kasus serupa juga pernah terjadi di Cape Verde, Afrika Barat pada tahun 2000 menyebabkan 44 orang menderita lumpuh dan 17 orang meninggal dunia akibat virus polio yang berasal dari Angola.

Beberapa strategi yang dianggap ampuh untuk memberantas Picorna Virus (virus polio) seperti pemberian imunisasi sebanyak empat kali sebelum anak berusia satu tahun. Untuk anak di bawah lima tahun, diberi dua dosis vaksin polio dengan tenggang waktu satu bulan. Di Indonesia sendiri, kegiatan ini di adakan melalui Pekan Imunisasi Nasional.

Share this article to your friends :

0 komentar:

Poskan Komentar